BRMP Gorontalo dan Pemprov Gorontalo Perkuat Sinergi Percepatan Tanam Serentak Padi PM-AAS
GORONTALO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar rapat terbatas dalam rangka mempercepat pelaksanaan tanam serentak padi menggunakan teknologi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Provinsi Gorontalo. Rapat dipimpin oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo dan dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II, BRMP Gorontalo, serta instansi terkait.
PM-AAS merupakan tindak lanjut dari keberhasilan demonstrasi teknologi pada Gelar Teknologi (Geltek) Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo. Keberhasilan penerapan teknologi tersebut menjadikan Gorontalo sebagai salah satu role model pengembangan PM-AAS dengan target implementasi seluas 6.570 hektare. Teknologi ini mengedepankan sistem tanam benih langsung sebagai pengganti pola tanam pindah, sehingga mampu meningkatkan efisiensi waktu tanam, mempercepat indeks pertanaman, serta mendukung peningkatan produktivitas padi melalui pengaturan populasi tanaman yang lebih optimal.
Dalam rapat disepakati bahwa keberhasilan implementasi PM-AAS sangat ditentukan oleh ketersediaan air irigasi. Oleh karena itu, lokasi pelaksanaan akan diprioritaskan pada lahan yang memiliki akses terhadap jaringan irigasi teknis, khususnya yang berada dalam wilayah Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) agar pengaturan distribusi air dapat dilakukan secara efektif. Setiap penyuluh pertanian lapangan (PPL) akan mendampingi areal seluas sekitar 13 hektare, didukung penyediaan paket bantuan sarana produksi sebagai bagian dari upaya mempercepat adopsi teknologi di tingkat petani.
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pengelolaan jaringan irigasi sebagai faktor utama keberhasilan program. Pengaturan distribusi air melalui pintu-pintu irigasi perlu dilakukan secara terpadu antara Balai Wilayah Sungai Sulawesi II, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, penyuluh pertanian, dan kelembagaan petani agar kebutuhan air selama musim tanam dapat terpenuhi secara optimal.
BRMP Gorontalo menyampaikan bahwa pelaksanaan PM-AAS akan difokuskan pada periode Juli hingga September 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap percepatan swasembada pangan nasional. Sebelum pelaksanaan tanam serentak, akan dilakukan identifikasi kebutuhan pupuk organik pada lahan sasaran, pemetaan kewenangan pengelolaan jaringan irigasi, serta inventarisasi kondisi daerah irigasi sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi musim kemarau. Perwakilan BWS Sulawesi II juga menyampaikan perkembangan sejumlah daerah irigasi strategis, termasuk kondisi Daerah Irigasi Alopohu, Lomaya, dan Paguyaman yang menjadi perhatian dalam mendukung implementasi PM-AAS.
Sebagai tindak lanjut rapat, BRMP Gorontalo bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo akan melaksanakan Kick Off Gerakan Tanam Serentak PM-AAS yang direncanakan berlangsung pada minggu ketiga atau keempat Juli 2026. Pelaksanaan akan diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang memiliki kesiapan lahan dan dukungan jaringan irigasi yang memadai, sehingga implementasi teknologi dapat berjalan optimal dan menjadi model pengembangan bagi wilayah lainnya.
Melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BRMP Gorontalo, Balai Wilayah Sungai Sulawesi II, penyuluh pertanian, dan kelembagaan petani, diharapkan implementasi PM-AAS mampu mempercepat peningkatan luas tanam dan produktivitas padi di Provinsi Gorontalo. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung pencapaian target swasembada pangan nasional melalui penerapan pertanian yang modern, efisien, dan berkelanjutan.