BRMP Gorontalo Perkuat Kapasitas SDM Melalui Pelatihan Strategic Communication
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan kompetensi komunikasi pegawai. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM bertajuk “Strategic Communication for Government: Meningkatkan Kompetensi Komunikasi Pegawai dalam Mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian” yang dilaksanakan di Aula Momala BRMP Gorontalo, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BRMP Gorontalo dalam membangun SDM yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu berkomunikasi secara efektif, profesional, dan adaptif dalam menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo, Ardi Praptono, SP., M.Agr, menyampaikan bahwa kemampuan komunikasi merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki setiap pegawai. Terlebih, pegawai memiliki peran dalam menyampaikan informasi, membangun koordinasi, serta menjelaskan berbagai program strategis Kementerian Pertanian kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Komunikasi bukan hanya tentang bagaimana kita berbicara, tetapi bagaimana pesan yang kita sampaikan dapat dipahami dengan baik. Setiap pegawai memiliki peran dalam membawa pesan organisasi, sehingga kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program-program strategis Kementerian Pertanian,” ujar Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas komunikasi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang selaras dengan nilai dasar ASN BerAKHLAK dan semangat Bangga Melayani Bangsa. “Kita ingin setiap pegawai mampu menjadi komunikator yang baik, baik ketika memberikan pelayanan, berkoordinasi dengan stakeholder, maupun ketika menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, program yang kita jalankan dapat lebih mudah dipahami dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, BRMP Gorontalo menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang komunikasi. Agus Lahinta, ST., M.Kom, seorang profesional MC dan public speaking, membawakan materi mengenai teknik komunikasi publik dan keterampilan berbicara di depan umum, khususnya dalam konteks pemerintahan. Sementara itu, Yusri M. Punonoo, anchor sekaligus voiceover talent profesional dari Radio Republik Indonesia (RRI), berbagi pengalaman dan memberikan pembekalan mengenai penulisan narasi pemberitaan di lingkup pemerintahan. Tidak hanya teknik penyampaian pesan, peserta juga diajak untuk berlatih membuat narasi penulisan yang baik dan sesuai dengan tugas dan fungsi BRMP sebagai lembaga pemerintah.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, praktik, diskusi, dan berbagi pengalaman. Para peserta yang terdiri atas jajaran pimpinan dan pegawai di lingkungan BRMP Gorontalo terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan oleh kedua narasumber. Peningkatan kompetensi komunikasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kemampuan berkomunikasi yang baik diperlukan dalam membangun komunikasi internal, memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjalin koordinasi dengan stakeholder, hingga menyampaikan informasi mengenai inovasi dan program modernisasi pertanian.
Melalui kegiatan ini, BRMP Gorontalo berkomitmen untuk terus membangun SDM yang profesional, komunikatif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mendukung setiap pegawai dalam menjalankan perannya sebagai bagian dari institusi yang turut mengawal penerapan modernisasi pertanian dan penyampaian program strategis Kementerian Pertanian kepada masyarakat. Dengan SDM yang semakin kompeten dalam berkomunikasi, BRMP Gorontalo optimistis pesan, inovasi, dan berbagai program modernisasi pertanian dapat disampaikan secara lebih efektif, profesional, dan mudah dipahami oleh masyarakat serta para pemangku kepentingan.