BRMP Gorontalo Dorong Adopsi Teknologi Pertanian Dalam Dialog Interaktif RRI Gorontalo
GORONTALO – Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo, Ardi Praptono, S.P., M.Agr, menegaskan pentingnya penerapan inovasi dan teknologi sebagai fondasi dalam mempercepat hilirisasi pertanian guna meningkatkan efisiensi usaha tani, produktivitas, serta kesejahteraan petani. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada Dialog Interaktif RRI Gorontalo bertema "Hilirisasi Pertanian Berbasis Inovasi, Riset, dan Teknologi" yang disiarkan pada Rabu, 1 Juli 2026.
Dialog yang dipandu oleh Denilsa S. Bokings tersebut juga menghadirkan Ardiyanto Indrakusuma, Direktur Utama PT Suryaqua Teknologi Indonesia, dan Dr. Susi Purwiyanti, S.P., M.Si., Ketua Kelompok Layanan Penilaian Kesesuaian dan Kerja Sama Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen).
Dalam pemaparannya, Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo menjelaskan bahwa sektor pertanian di Gorontalo masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya perubahan iklim, keterbatasan akses terhadap teknologi, keterbatasan ketersediaan air, meningkatnya biaya produksi, serta skala kepemilikan lahan petani yang relatif kecil. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut penerapan sistem budidaya yang lebih efisien, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu memberikan nilai tambah bagi petani.
Turut disampaikan bahwa modernisasi pertanian menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan tersebut. Penerapan mekanisasi melalui penggunaan traktor, alat tanam, combine harvester, drone pertanian, dan berbagai teknologi budidaya lainnya dinilai mampu mempercepat proses tanam dan panen, mengurangi kehilangan hasil, menghemat penggunaan tenaga kerja, serta menekan biaya operasional. Dengan meningkatnya efisiensi produksi, keuntungan yang diperoleh petani juga diharapkan semakin meningkat.
Selain mekanisasi, Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo menilai pemanfaatan energi terbarukan melalui pompa air tenaga surya menjadi salah satu solusi dalam mendukung keberlanjutan usaha tani, khususnya di wilayah yang memiliki intensitas penyinaran matahari tinggi seperti Gorontalo. Teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi penyediaan air irigasi sekaligus mengurangi biaya operasional petani, sehingga mendukung peningkatan produktivitas lahan.
Beliau juga menyampaikan keberhasilan penerapan teknologi budidaya edamame yang ditampilkan pada Gelar Teknologi Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan. Melalui pengaturan teknologi budidaya yang tepat, tanaman edamame terbukti mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik di Gorontalo. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa penerapan inovasi yang sesuai dengan kondisi agroekosistem mampu membuka peluang pengembangan komoditas baru yang bernilai ekonomi tinggi sekaligus memperluas diversifikasi usaha tani di daerah.
Lebih lanjut, ditekankan bahwa keberhasilan modernisasi pertanian tidak terlepas dari peran pemerintah dalam mempercepat adopsi teknologi oleh petani. Pemerintah hadir melalui penyediaan bantuan sarana dan prasarana pertanian, pendampingan, serta penguatan kelembagaan kelompok tani agar berbagai inovasi dapat diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan di tingkat lapangan.
Menurutnya, teknologi yang diterapkan harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah, jenis komoditas, dan kebutuhan petani agar benar-benar memberikan manfaat nyata. Teknologi tidak seharusnya dipandang sebagai beban biaya, melainkan sebagai investasi yang mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, daya saing, dan pendapatan petani.
Melalui penerapan inovasi yang tepat serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga penelitian, dunia usaha, dan petani, BRMP Gorontalo optimistis hilirisasi pertanian dapat berjalan lebih efektif. Upaya tersebut diharapkan mampu menghasilkan sistem pertanian yang modern, adaptif terhadap tantangan perubahan iklim, berdaya saing tinggi, serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi sektor pertanian dan kesejahteraan petani Indonesia.