BRMP Gorontalo Gelar Rakor PM-AAS, Perkuat Sinergi Menuju Tanam Serentak
GORONTALO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) secara daring melalui Zoom Meeting dalam rangka percepatan implementasi Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Provinsi Gorontalo, Kamis (16/7/2026). Rakor yang dipimpin oleh Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo, Ardi Praptono, S.P., M.Agr., ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menyukseskan Gerakan Tanam Serentak PM-AAS.
Rakor dibuka oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo, Dr. Ir. H. M. Jamal Nganro, S.T., M.Si., serta diikuti oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo Agus Sudibyo, M.Stat., Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo Dr. Ir. Muljady D. Mario, M.Si., perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo Erna Hiola, S.T., Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Haris Djafar, S.T., M.T., Dinas Pertanian kabupaten/kota, serta para Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Provinsi Gorontalo.
Dalam arahannya, Asisten II kembali menegaskan bahwa Provinsi Gorontalo memperoleh target pengembangan PM-AAS seluas 6.576 hektare yang harus direalisasikan selama periode Juli hingga September 2026 sebagai bagian dari target nasional pengembangan PM-AAS. Program ini merupakan tindak lanjut atas arahan Kementerian Pertanian pasca keberhasilan demonstrasi teknologi PM-AAS pada Gelar Teknologi Pekan Nasional (PENAS) XVII Tahun 2026 di Gorontalo, sekaligus menjadi bagian dari strategi peningkatan produksi padi dan percepatan pencapaian swasembada pangan nasional. Pemerintah Provinsi Gorontalo juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan program melalui sinergi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo, Ardi Praptono, S.P., M.Agr., menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan sistem budidaya padi modern yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya melalui penerapan tanam rapat, penggunaan varietas unggul spesifik lokasi, mekanisasi pertanian, pemupukan berimbang, pemanfaatan pupuk organik dan silika, serta sistem pengairan berselang (intermittent irrigation). Menurutnya, pendekatan tersebut mampu meningkatkan efisiensi budidaya, mempercepat proses tanam, meningkatkan populasi tanaman, sekaligus mendorong produktivitas padi secara berkelanjutan.
Beliau juga menekankan bahwa keberhasilan implementasi PM-AAS sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur irigasi. Oleh karena itu, BRMP Gorontalo akan segera menyampaikan data lokasi sasaran beserta titik koordinat kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II dan Dinas PUPR Provinsi maupun kabupaten/kota untuk dilakukan verifikasi terhadap kondisi jaringan irigasi dan ketersediaan air, khususnya menghadapi musim kemarau. Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar dalam menetapkan lokasi prioritas pelaksanaan Gerakan Tanam Serentak PM-AAS.
Selain aspek irigasi, rapat juga membahas kesiapan sarana produksi dan pendampingan teknis di lapangan. Kebutuhan benih, pupuk, pembenah tanah, pupuk organik, hingga alat dan mesin pertanian telah diidentifikasi sebagai bagian dari dukungan terhadap keberhasilan program. Penyuluh pertanian didorong untuk melakukan pendampingan sejak tahap persiapan melalui pendataan lahan, identifikasi petani sasaran, pembentukan kelompok tani, serta memastikan kesiapan lahan, air, dan sarana produksi sebelum pelaksanaan tanam.
Dalam sesi diskusi, Kepala BPS Provinsi Gorontalo Agus Sudibyo, M.Stat., memaparkan metodologi Kerangka Sampel Area (KSA) sebagai dasar penghitungan luas panen dan produksi padi. BRMP Gorontalo bersama BPS berkomitmen menyinkronkan lokasi-lokasi PM-AAS dengan titik amatan KSA agar hasil produksi dari areal penerapan PM-AAS dapat tercatat secara akurat dalam statistik pertanian nasional. Selain itu, seluruh realisasi tanam juga akan dilaporkan melalui aplikasi E-Pusluh sebagai bagian dari sistem pemantauan capaian program.
Sementara itu, perwakilan BWS Sulawesi II dan Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo menyampaikan kesiapan melakukan pemetaan jaringan irigasi dan memastikan ketersediaan air pada lokasi-lokasi prioritas. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan PM-AAS, terutama pada musim kemarau, sehingga pengelolaan distribusi air dapat dilakukan secara lebih efektif sesuai kebutuhan di lapangan.
Sebagai tindak lanjut Rakor, seluruh kabupaten/kota menyatakan komitmennya untuk mempercepat identifikasi lahan, mempersiapkan lokasi kick off, serta menggerakkan kelompok tani sesuai target masing-masing wilayah. Gerakan Tanam Serentak PM-AAS akan dilaksanakan pada 24 Juli 2026 secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo dengan pusat kegiatan di Kota Gorontalo, sebagai momentum percepatan penerapan teknologi budidaya padi modern.
Melalui Rakor ini, BRMP Gorontalo kembali menegaskan perannya sebagai koordinator penerapan modernisasi pertanian di daerah dengan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPS, BWS, Dinas PUPR, penyuluh pertanian, dan kelembagaan petani. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mengakselerasi implementasi PM-AAS, meningkatkan produktivitas padi, memperkuat akurasi data pertanian, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.