BRMP Gorontalo Gelar Rapat Koordinasi Penguatan Penyuluh Program PM-AAS
GORONTALO - Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Luas Tambah Tanam (LTT) Pertanian Modern–Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Aula Momala, Senin (30/6). Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi dalam mendukung target nasional pengembangan budidaya padi PM-AAS seluas 1 juta hektare. Rakor dihadiri oleh Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo, Ardi Praptono, SP., M.Agr., Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi Gorontalo, Jusni Salamanya, SP., Ketua Tim Kerja Penyuluhan erta para penyuluh pertanian lingkup Provinsi Gorontalo.
Dalam arahannya, Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo menyampaikan bahwa Provinsi Gorontalo mendapat target pengembangan budidaya padi PM-AAS seluas 6.576 hektare selama periode Juni hingga September 2026. Target tersebut merupakan bagian dari Gerakan Tanam PM-AAS Nasional yang dilaksanakan di 37 provinsi sebagai upaya percepatan peningkatan produksi padi nasional. Untuk mendukung keberhasilannya, penerapan PM-AAS mengedepankan enam pilar pertanian modern, yaitu tanam rapat, efisiensi sumber daya, mekanisasi total, teknologi spesifik lokasi, intensifikasi produksi, dan skala korporasi petani.
Rakor juga membahas strategi pendampingan di tingkat kabupaten, pembagian tugas penyuluh, serta penyusunan Surat Keputusan (SK) Tim Kerja Pendampingan LTT PM-AAS. Setiap penyuluh akan mendampingi rata-rata 13 hektare sesuai potensi wilayah, dengan target terbesar berada di Kabupaten Gorontalo, Pohuwato, dan Boalemo. Melalui pembagian tugas yang jelas, diharapkan pendampingan kepada petani dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.
Selain pembagian target, koordinasi juga dilaksanakan dalam memetakan kebutuhan sosialisasi melalui pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) bagi penyuluh serta penyediaan materi teknis PM-AAS sebagai pedoman di lapangan. Menindaklanjuti hal tersebut, BRMP Gorontalo akan menyusun materi ringkas, menjadwalkan Bimtek, serta melakukan evaluasi perkembangan pertanaman secara berkala pada setiap Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang menjadi lokasi pelaksanaan program.
Melalui Rakor ini, BRMP Gorontalo berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mengawal implementasi PM-AAS. Dengan pendampingan yang intensif dan penerapan teknologi pertanian modern, target luas tanam PM-AAS seluas 6.576 hektare di Provinsi Gorontalo diharapkan dapat tercapai secara optimal sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target nasional seluas 1 juta hektare.