BRMP Gorontalo Matangkan Implementasi PM-AAS Bersama 101 PPL Bone Bolango
GORONTALO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo terus memperkuat peran pendampingan dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional melalui implementasi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi Program PM-AAS kepada seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Bone Bolango yang dilaksanakan pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah implementasi PM-AAS menjelang Musim Tanam II Tahun 2026.
Sosialisasi dilaksanakan di dua lokasi, yaitu CWS Bone Bolango/BPP Suwawa pada sesi pagi dan BPP Bulango Selatan pada sesi siang. Sebanyak 101 Penyuluh Pertanian Lapangan dari 17 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kabupaten Bone Bolango mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan kapasitas penyuluh dalam mengawal penerapan teknologi budidaya padi modern di tingkat petani.
Kegiatan dipimpin oleh Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Bone Bolango sekaligus Ketua Tim Kerja Pendampingan Program Wilayah I BRMP Gorontalo, Ir. Nitam Kasim, S.P. Turut hadir Ketua Tim Kerja Pendayagunaan Penyuluh Kabupaten Bone Bolango Zulkifli Rauf, perwakilan CWS Penyuluh Provinsi Gorontalo Andiancep Kamba, Pembina Penyuluh Kabupaten Bone Bolango Mulyadi Sumaga, serta perwakilan PT Pupuk Kaltim Saifullah Mamonto.
Dalam kegiatan tersebut disepakati bahwa dari total lahan fungsional seluas 1.929,46 hektare, sebanyak 1.316,77 hektare dinyatakan siap untuk diimplementasikan menggunakan metode PM-AAS pada Musim Tanam II September 2026. Dengan dukungan 101 penyuluh pertanian, setiap PPL akan melakukan pendampingan pada rata-rata 13 hektare lahan sebagai bagian dari pengawalan penerapan teknologi pertanian modern di lapangan.
Ketua Tim Kerja Pendayagunaan Penyuluh Kabupaten Bone Bolango, Zulkifli Rauf, menegaskan bahwa seluruh penyuluh pertanian berkomitmen menyukseskan implementasi PM-AAS. Menurutnya, dukungan tidak hanya datang dari penyuluh yang membina komoditas padi sawah, tetapi juga dari penyuluh yang bertugas di wilayah lahan kering hingga kawasan Bone Pesisir. Kolaborasi tersebut menjadi wujud semangat bersama dalam mendukung pencapaian target swasembada pangan nasional.
Sementara itu, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Bone Bolango dari BRMP Gorontalo, Nitam Kasim, menyampaikan apresiasi atas kesiapan seluruh penyuluh dalam mengawal implementasi PM-AAS. Ia menegaskan bahwa penyuluh merupakan ujung tombak keberhasilan program melalui pendampingan sejak identifikasi calon lokasi, penerapan teknologi budidaya modern, hingga pengawalan peningkatan produktivitas tanaman.
"Keberhasilan Program PM-AAS sangat bergantung pada komitmen dan kualitas pendampingan penyuluh pertanian di lapangan. Dengan kolaborasi yang solid serta pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis implementasi Program PM-AAS pada Musim Tanam II September 2026 dapat berjalan sesuai target dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan di Kabupaten Bone Bolango".
Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan teknologi pertanian modern, PT Pupuk Kaltim memfasilitasi pembangunan demplot seluas 0,5 hektare yang dibagi menjadi dua petak. Dukungan tersebut meliputi penyediaan paket pupuk non-subsidi, layanan aplikasi pupuk menggunakan drone, Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), serta bantuan biaya pengolahan lahan. Demplot ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran sekaligus percontohan penerapan teknologi PM-AAS yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sarana produksi dan produktivitas tanaman.
Selain penyampaian materi teknis, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif bersama para penyuluh. Berbagai kondisi lapangan menjadi perhatian, salah satunya masih berlangsungnya rehabilitasi jaringan irigasi pada Daerah Irigasi (D.I.) Lomaya Alale yang menyebabkan pasokan air menuju areal persawahan di wilayah Kabila dan sekitarnya belum optimal. Kondisi tersebut menjadi bahan koordinasi bersama agar proses rehabilitasi dapat selesai tepat waktu sehingga ketersediaan air irigasi dapat mendukung pelaksanaan Musim Tanam II sesuai jadwal.
Melalui kesepakatan implementasi PM-AAS pada lahan seluas 1.316,77 hektare serta komitmen 101 Penyuluh Pertanian Lapangan dalam melakukan pendampingan, BRMP Gorontalo optimistis pelaksanaan program di Kabupaten Bone Bolango dapat berjalan optimal. Sinergi antara BRMP Gorontalo, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan mitra pembangunan diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi pertanian modern, meningkatkan produktivitas padi, serta memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.