BRMP Gorontalo Perkuat Koordinasi Program Strategis Kementan bagi Penyuluh Pertanian Gorontalo Utara
Dalam rangka memperkuat koordinasi dan mendukung pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian, kegiatan Fasilitasi Penyuluh Pertanian Kabupaten Gorontalo Utara dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026, bertempat di Aula Momala BRMP Gorontalo. Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan peran penyuluh pertanian untuk mendukung pembangunan pertanian di Kabupaten Gorontalo Utara.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai Besar BRMP Wilayah Gorontalo, Ardi Praptono, SP., M. Agr. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kelsi Penyuluhan Provinsi Gorontalo, Katimker Penyuluhan Kabupaten Gorontalo Utara, perwakilan Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo Utara, kepala BPP dari seluruh kecamatan di Kabupaten Gorontalo Utara, serta para penyuluh pertanian setempat. Kehadiran berbagai pihak ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan menyelaraskan langkah dalam mendukung pencapaian program strategis Kementerian Pertanian.
Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan ini adalah kondisi kemarau panjang dan ancaman El Niño yang meningkatkan risiko kekeringan serta berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian. Dalam menghadapi kondisi tersebut, diperlukan langkah antisipatif melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan, optimalisasi sumber air dengan pompanisasi dan perbaikan jaringan irigasi, penyesuaian jadwal tanam, serta pemanfaatan varietas tanaman yang tahan kekeringan dan berumur genjah. Peran aktif penyuluh dalam mendampingi petani dan mengoordinasikan langkah mitigasi di lapangan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha tani dan mendukung ketahanan pangan.
Selain itu, kegiatan ini membahas komitmen pencapaian target program PM-AAS di Kabupaten Gorontalo Utara seluas 923 hektare. Sebagai bentuk keseriusan dalam mewujudkan target tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas oleh para penyuluh pertanian Kabupaten Gorontalo Utara. Penandatanganan ini menjadi wujud komitmen bersama untuk melaksanakan tugas secara bertanggung jawab, memperkuat pendampingan kepada petani, serta mendukung keberhasilan program strategis Kementerian Pertanian.
Pembahasan berikutnya disampaikan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo Utara mengenai gambaran umum dan pelaksanaan program hilirisasi ayam terintegrasi. Program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan sektor peternakan yang terintegrasi dari penyediaan pakan hingga pengolahan hasil pascapanen. Selain mendukung ketersediaan produk pangan asal ayam, program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha, menciptakan nilai tambah, dan menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di sektor peternakan.
Hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Gorontalo Utara direncanakan berlokasi di tiga titik. Pertama, pabrik pakan ternak di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, dengan rencana kapasitas produksi 5.000 ton per bulan. Kedua, kandang ayam petelur modern di Desa Motihelumo, Kecamatan Sumalata Timur, dengan kapasitas produksi 200.000 butir telur per hari. Ketiga, kawasan pascapanen di Desa Putiana, Kecamatan Anggrek, yang mencakup fasilitas cold storage, rumah potong hewan, dan pabrik pengalengan ayam. Pengembangan ketiga fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok peternakan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk peternakan di daerah.
Melalui kegiatan fasilitasi ini, BRMP Gorontalo bersama pemerintah daerah dan seluruh penyuluh pertanian Kabupaten Gorontalo Utara diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi, meningkatkan efektivitas pendampingan di lapangan, serta mengawal pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian. Sinergi dalam menghadapi tantangan iklim, pencapaian target PM-AAS, dan pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi menjadi langkah penting untuk mewujudkan pertanian yang produktif, ketahanan pangan yang berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.