BRMP Gorontalo Perkuat Sinergi dengan BPS untuk Optimalkan Akurasi Data Produksi Pertanian
GORONTALO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo terus memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo dalam mendukung penyediaan data pertanian yang akurat dan berkualitas. Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan koordinasi yang membahas sinkronisasi data produksi pangan, khususnya terkait pemanfaatan metodologi Kerangka Sampel Area (KSA) untuk komoditas padi dan jagung.
Pertemuan tersebut difokuskan pada penyelarasan titik koordinat lahan pertanian agar agenda pertanaman, terutama pada periode Juli hingga September 2026, dapat terakomodasi dalam frame pengamatan KSA. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan potensi produksi dari berbagai kawasan pertanian yang menjadi sasaran program strategis Kementerian Pertanian dapat tercatat secara akurat dalam statistik pertanian nasional.
Dalam pembahasan juga disampaikan perkembangan rehabilitasi lahan sawah di sekitar Danau Limboto, khususnya di Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. Program tersebut telah berhasil mengembalikan fungsi sekitar 185 hektare lahan sawah yang sebelumnya tergenang sehingga kembali dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya. Sejalan dengan perkembangan tersebut, BRMP Gorontalo mengusulkan penyesuaian data Luas Baku Sawah (LBS) Kabupaten Gorontalo yang saat ini masih tercatat sekitar 11.529 hektare agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Selain lahan di Kecamatan Limboto, BRMP Gorontalo juga menyoroti realisasi cetak sawah baru yang telah mencapai hampir 1.000 hektar dari target luas lahan. Lahan-lahan hasil cetak sawah baru ini turut disiapkan sebagai lokasi Pertanian Modern -Advanced Agricultural System atau PM-AAS. Hal tersebut sesuai dengan target nasional Kementerian Pertanian dalam implementasi PM-AAS hingga satu juta hektare di seluruh Indonesia pada tahun ini.
BPS menjelaskan bahwa meski penambahan segmen KSA saat ini telah dikunci oleh pusat, terdapat ruang untuk melakukan verifikasi titik koordinat. Sebagai tindak lanjut, BRMP Gorontalo akan menyerahkan daftar titik koordinat lahan potensial, termasuk lahan-lahan penerap PM-AAS, kepada BPS untuk dilakukan verifikasi pada lahan-lahan tersebut untuk kemudian diusulkan sebagai data lahan KSA.
Kerja sama ini diharapkan dapat mengoptimalkan data pertanian dan memastikan bahwa program strategis Kementerian Pertanian, termasuk perluasan PM-AAS, berhasil mendukung peningkatan produksi pertanian di Provinsi Gorontalo sekaligus memperkuat langkah menuju swasembada pangan nasional.