BRMP Gorontalo Perkuat Sinergi Pengembangan Pertanian Regeneratif melalui Cornservasi 2026
GORONTALO — Komitmen dalam pengembangan pertanian regeneratif, produktif, adaptif, dan berkelanjutan terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan petani. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Festival Pertanian Regeneratif Tahun 2026 “Cornservasi 2026: Slope Cornservation Capacity Building and Community Development” yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Living Lab Cornservasi Fakultas Pertanian UNG, Kampus 4, tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo, Ardi Praptono, SP., M.Agr. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan sinergi dalam mendukung penerapan sistem usaha tani konservasi jagung, khususnya pada lahan miring.
Cornservasi 2026 dilaksanakan melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Ichsan Gorontalo, dan Syngenta. Berbagai aspek teknis budidaya jagung konservasi pada lahan miring diperkenalkan kepada petani, mulai dari pengelolaan lahan, penerapan teknologi budidaya, pemeliharaan produktivitas, hingga praktik pertanian yang mendukung keberlanjutan sumber daya lahan.
Dukungan terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh perguruan tinggi, khususnya yang memiliki keterkaitan dengan inovasi dan modernisasi pertanian, merupakan bagian dari komitmen BRMP Gorontalo dalam memperkuat pembangunan pertanian di daerah.
“BRMP Gorontalo berkomitmen untuk terus membangun dan memperkuat kolaborasi dengan Universitas Negeri Gorontalo. Kegiatan seperti Cornservasi ini sangat strategis karena mempertemukan unsur akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan petani dalam satu ruang pembelajaran dan pengembangan inovasi,” ujar Ardi Praptono, SP., M.Agr.
Kolaborasi antara BRMP Gorontalo dan perguruan tinggi selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan tidak hanya dalam pertukaran pengetahuan, tetapi juga dalam pengkajian dan penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan petani. Pengembangan demplot atau living lab, peningkatan kapasitas petani dan penyuluh, serta diseminasi inovasi pertanian juga menjadi bagian yang dapat diperkuat melalui sinergi tersebut.
Melalui pola kolaborasi yang berkelanjutan, hasil inovasi yang dikembangkan oleh perguruan tinggi maupun BRMP diharapkan dapat lebih cepat diterapkan di tingkat lapangan. Kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi petani juga dapat menjadi bagian dari proses pengembangan inovasi sehingga teknologi yang dihasilkan memiliki kesesuaian dan manfaat yang lebih nyata.
Pertanian konservasi pada lahan miring menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberlanjutan produksi jagung di Gorontalo. Pengelolaan lahan yang tepat diperlukan agar produktivitas tetap dapat dipertahankan sekaligus mengurangi risiko degradasi sumber daya tanah dan air.
Penerapan teknologi budidaya yang sesuai diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus mempertahankan kualitas dan keberlanjutan sumber daya lahan. Pendekatan tersebut menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan perubahan lingkungan dan kebutuhan peningkatan produksi pertanian secara berkelanjutan.
“Kita ingin pertanian tidak hanya berbicara tentang peningkatan produksi hari ini, tetapi juga bagaimana lahan tetap produktif dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, pendekatan konservasi, inovasi teknologi, dan penguatan kapasitas petani harus berjalan bersama,” ungkap Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo.
Festival Pertanian Regeneratif Cornservasi 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi kelembagaan antara BRMP Gorontalo dan Fakultas Pertanian UNG dalam mendukung pembangunan pertanian di Provinsi Gorontalo. Kerja sama tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dalam bidang penelitian dan pengembangan teknologi, pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan dan diseminasi inovasi di tingkat lapangan.
Sinergi antara BRMP Gorontalo, perguruan tinggi, dunia usaha, dan petani diharapkan dapat membentuk ekosistem inovasi pertanian yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan pertanian. Pendekatan kolaboratif juga diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya pertanian.
Cornservasi 2026 menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong penerapan sistem pertanian jagung yang lebih produktif, adaptif, konservatif, dan berkelanjutan. Penguatan kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap terwujudnya pertanian Gorontalo yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.