Dorong Hilirisasi Kelapa dan Jagung, BRMP Gorontalo dan BSPJI Manado Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo menggelar pertemuan strategis bersama Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Manado, Kementerian Perindustrian, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Bertempat di Ruang Momala BRMP Gorontalo, pertemuan dihadiri oleh Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo, Kepala BSPJI Manado, perwakilan Dinas Perkebunan, para penyuluh pertanian, serta fungsional BRMP Gorontalo guna memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah.
Pertemuan tersebut menyoroti urgensi pemanfaatan potensi perkebunan rakyat di Provinsi Gorontalo, khususnya komoditas kelapa yang mencakup areal seluas 70,1 ribu hektare serta sentra produksi jagung yang melimpah. Selama ini, sebagian besar petani masih bergantung pada penjualan kelapa butiran mentah atau olahan kopra konvensional, sementara limbah sabut dan air kelapa sering kali terbuang tanpa nilai tambah. Melalui forum ini, dipaparkan bahwa penerapan teknologi tepat guna pada rantai industri hilir, seperti pengolahan biji jagung menjadi pati, minyak, hingga furfural mampu melipatgandakan nilai tambah ekonomi komoditas hingga 4,2 kali lipat (420%), sekaligus menerapkan konsep zero waste pada limbah tongkol jagung.
Dalam pemaparan teknisnya, Kepala BSPJI Manado memperkenalkan berbagai inovasi pengolahan yang aplikatif untuk diterapkan oleh kelompok tani dan UMKM, mulai dari pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) metode dingin, sabun kecantikan, aneka olahan pangan, kerajinan berbahan serat sabut kelapa, hingga produksi arang tempurung dan asap cair menggunakan tungku behive.
Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo turut menyampaikan bahwa saat ini terdapat kelompok tani dan UMKM potensial yang mampu didorong untuk mengembangkan potensi hasil komoditas Kelapa. “Beberapa kegiatan pendampingan mendorong peningkatan potensi komoditas kelapa, terutama pengolahan pasca panennya. Minyak Kelapa Helco dan Warisa menjadi 2 produk keluaran yang kini menjadi output yang berhasil meningkatkan pendapatan petani lewat hilirisasi produk kelapa,” ujar Kepala Balai Besar.
Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo juga mengharapkan jalin kerjasama dimasa depan dalam hal pengembangan produk komoditas perkebunan lainnya. Diantaranya dalam hal peningkatan kapasitas produksi serta kebutuhan otomatisasi mesin pengolahan dan perbaikan standar kemasan distribusi.
Adapun tindak lanjut dari pertemuan ini diantaranya akan dilaksanakan pemetaan kelompok tani dan UMKM sasaran di tingkat kabupaten sebagai lokasi percontohan, pendampingan kaji terap teknologi dan standardisasi usaha. Perumusan proposal bersama berbasis bottom-up ke pemerintah provinsi maupun pusat, serta pembentukan tim kerja sama formal lintas instansi guna mengawal keberlanjutan alih teknologi tepat guna demi kemandirian dan kesejahteraan petani di Provinsi Gorontalo.