Dukung Percepatan Tanam, Kepala BBRMP Gorontalo Tinjau Lokasi CSR di Pohuwato
Dalam rangka percepatan realisasi tanam CSR serta kesiapan pelaksanaan tanam serentak nasional, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Gorontalo bersama Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian dan Tenaga Ahli Menteri melaksanakan kegiatan koordinasi monitoring lokasi CSR di Kabupaten Pohuwato pada 31 Maret hingga 1 April 2026.
Kegiatan diawali dengan pertemuan di BPP Kecamatan Duhiadaa yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato mewakili Bupati, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, para Koordinator BPP, penyuluh pertanian se-Kabupaten Pohuwato, serta petani pemilik lahan sawah hasil cetak. Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa agenda strategis, meliputi realisasi program CSR berupa olah lahan dan tanam di Kecamatan Randangan, Patilanggio, Duhiadaa, dan Paguat, dampak aktivitas pertambangan terhadap Daerah Irigasi Taluduyunu dan lahan sawah masyarakat; serta rencana pelaksanaan tanam serentak di lokasi CSR di seluruh Indonesia.
Usai pertemuan, rombongan melakukan kunjungan ke lokasi CSR di Desa Manawa, Kecamatan Patilanggio seluas 18 hektar yang direncanakan sebagai salah satu titik tanam serentak dan di DI. Taluduyunu untuk melihat kondisi jaringan irigasi serta dampaknya terhadap areal persawahan masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan di BPP Kecamatan Randangan dengan penyuluh pertanian yang membahas realisasi program CSR. Rombongan kemudian melakukan kunjungan lapangan ke beberapa lokasi CSR, yaitu di Desa Motolohu, Motolohu Selatan, Sari Murni, dan Sidowonge. Dari hasil pemantauan, masih diperlukan percepatan dalam pengolahan lahan guna mendukung target tanam. "Untuk percepatan tanam, segera dilakukan pengusulan cpcl cetak sawah CSR yang sudah siap tanam sesuai realisasi yang dicapai", ujar Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Gorontalo.
Sebagai tindak lanjut, dilakukan pertemuan evaluasi hasil kunjungan lapangan yang menekankan pentingnya sinergi antar pihak dalam memastikan kesiapan pelaksanaan tanam serentak. Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke lokasi CSR yang telah siap tanam, dilanjutkan dengan kegiatan penanaman sebagai bentuk komitmen dalam mendukung percepatan luas tanam untuk peningkatan produksi pertanian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan percepatan realisasi program CSR dapat tercapai, berbagai kendala di lapangan dapat segera diatasi, serta pelaksanaan tanam serentak dapat berjalan optimal guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.