Gubernur Gorontalo Bahas Progres PENAS XVII Bersama Koordinator Bidang IV
Gorontalo, 9 April 2026 — Panitia Pelaksana Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 terus mendorong percepatan pelaksanaan Gelar Teknologi melalui koordinasi intensif, khususnya pada Bidang IV yang menangani pengembangan teknologi dan kualitas produksi agribisnis. Hal ini dibahas dalam rapat evaluasi yang dilaksanakan di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo.
Rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur Gorontalo, Asisten II Provinsi Gorontalo, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pertanian, Koordinator Bidang IV dari BBRMP Gorontalo, serta para ketua seksi, di antaranya Seksi Gelar dan Temu Teknologi, Seksi Temu Karya, dan Seksi Karya Wirausaha Petani Nelayan dan Agroforestry Lestari.
Dalam paparannya, Kepala BBRMP Gorontalo selaku Koordinator Bidang IV menyampaikan bahwa persiapan Gelar Teknologi terus berjalan, termasuk kegiatan penanaman berbagai komoditas dengan penerapan teknologi pertanian modern. Gelar Teknologi ini akan menampilkan inovasi dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, perangkat daerah Provinsi Gorontalo, pihak BUMN/swasta, serta KTNA tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Selain itu, kegiatan PENAS XVII juga akan dirangkaikan dengan Temu Karya yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh provinsi. Kegiatan ini direncanakan berlangsung di kawasan GOR David Tonny dan memerlukan dukungan sarana dan prasarana untuk mengakomodasi peserta maupun pengunjung.
Gubernur Gorontalo menekankan pentingnya peran aktif seluruh seksi dalam mempercepat persiapan, terutama terkait kesiapan lokasi dan fasilitas pendukung seperti pergola, bedengan hortikultura, serta penataan zona kegiatan agar berjalan tertib dan terintegrasi.
Dari sisi teknis, berbagai aspek terus dimatangkan, termasuk sektor peternakan dan perikanan yang akan ditampilkan dalam bentuk kontes ternak unggulan serta penerapan teknologi bioflok dan aquaponik sebagai bagian dari Gelar Teknologi.
Gubernur juga menegaskan pentingnya perencanaan yang rinci, mulai dari inventarisasi ternak hingga kesiapan fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan dan rumah pintar (smart house). Dengan koordinasi yang semakin intens dan langkah percepatan yang berkelanjutan, pelaksanaan PENAS XVII 2026 diharapkan dapat menjadi ajang strategis dalam menampilkan inovasi agribisnis yang berdampak nyata bagi petani di seluruh Indonesia.