• Jl. Moh Van Gobel No. 270
  • (0435) 827627 - 082194884948 (WA)
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
    • Kebijakan Mutu
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Kontak
Thumb
66 dilihat       29 Mei 2026

Kementan Perkuat Penerapan Teknologi Adaptif Hadapi Musim Kemarau 2026

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) terus memperkuat penerapan teknologi pertanian adaptif dalam menghadapi musim kemarau tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian nasional sekaligus memastikan keberlanjutan produksi pangan di tengah potensi keterbatasan ketersediaan air di sejumlah wilayah Indonesia.

Melalui jaringan BRMP Provinsi di seluruh Indonesia, Kementan mendorong pemanfaatan varietas unggul adaptif, teknologi hemat air, serta penerapan pola budidaya spesifik lahan kering. Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi antisipatif menghadapi musim kemarau agar aktivitas budidaya pertanian tetap berjalan optimal dan hasil produksi petani dapat dipertahankan.

Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., menegaskan pentingnya langkah antisipasi sejak dini melalui percepatan tanam, penguatan pengelolaan air, dan pemanfaatan varietas yang adaptif terhadap kondisi kekeringan. Menurutnya, petani perlu memanfaatkan varietas genjah dan tahan kekeringan seperti Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Padjadjaran, Cakrabuana, maupun varietas sejenis lainnya guna menjaga stabilitas produksi selama musim kemarau.

Sejak awal tahun 2026, BRMP di berbagai daerah telah memperkuat diseminasi teknologi adaptif melalui penyediaan benih unggul, pendampingan budidaya hemat air, serta penerapan pola tanam sesuai karakteristik wilayah. Di Kepulauan Riau, BRMP mendiseminasikan varietas unggul tahan kekeringan seperti Cakrabuana Agritan dan Inpari 38 Tadah Hujan Agritan. Sementara itu, BRMP Bali turut mendorong pemanfaatan benih jagung varietas Jakarin yang adaptif pada lahan dengan ketersediaan air terbatas namun tetap mampu memberikan produktivitas yang baik.

Selain pengembangan varietas unggul, Kementan juga terus mendorong penerapan teknologi hemat air melalui metode Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang yang terbukti mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air tanpa mengurangi produktivitas tanaman. BRMP juga mengembangkan teknologi budidaya spesifik lahan kering melalui Larikan Gogo Super (Largo Super), yang mengombinasikan penggunaan varietas unggul padi gogo, sistem tanam larikan, pemupukan berimbang, pemanfaatan bahan organik, serta pengendalian hayati untuk meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., menyampaikan bahwa penguatan inovasi teknologi spesifik lokasi menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Menurutnya, BRMP terus mendorong penerapan inovasi teknologi pertanian sesuai karakteristik wilayah, mulai dari penggunaan varietas adaptif, pengelolaan air yang efisien, hingga pola budidaya spesifik lahan kering agar produktivitas pertanian tetap terjaga di tengah dinamika iklim.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa BRMP Provinsi di seluruh Indonesia terus melakukan pendampingan bersama pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani agar inovasi yang telah dikembangkan dapat diterapkan secara lebih luas. Penguatan teknologi di tingkat lapangan dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesiapan petani menghadapi perubahan iklim sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Melalui penguatan diseminasi inovasi, penerapan teknologi hemat air, dan pemanfaatan varietas unggul adaptif, Kementerian Pertanian optimistis sektor pertanian Indonesia akan semakin tangguh, produktif, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan musim kemarau serta dinamika iklim yang terus berkembang.

Prev Next

- BSIP Gorontalo


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Gorontalo Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Dengan Penuh Khidmat
    01 Jun 2026 - By BSIP Gorontalo
  • Thumb
    SK Kenaikan Pangkat dan Pin Sobat Go Warnai Upacara Hari Lahir Pancasila di BRMP Gorontalo
    01 Jun 2026 - By BSIP Gorontalo
  • Thumb
    Kementan Perkuat Pengawalan Program dan Bantuan Pertanian Melalui BRMP di 38 Provinsi
    29 Mei 2026 - By BSIP Gorontalo
  • Thumb
    BRMP Gorontalo Tindak Lanjuti Konsolidasi Bidang IV PENAS XVII, Percepat Kesiapan Gelar Teknologi
    29 Mei 2026 - By BSIP Gorontalo

tags

BRMP BRMP Gorontalo Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian

Kontak

(0435) 827627 - 082194884948 (WA)
(0435) 827627
[email protected]

website : https://gorontalo.brmp.pertanian.go.id/

Jl. Moh Van Gobel No. 270
Desa. Iloheluma, Kec. Tilong Kabila
Kab. Bone Bolango - Gorontalo
Indonesia
96583

© 2025 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Gorontalo. All Right Reserved