Hitung Mundur PENAS XVII, Kepala Badan BRMP Kementan dan Gubernur Gorontalo Tinjau Gelar Teknologi
GORONTALO – Menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., bersama Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M., melakukan peninjauan langsung ke lokasi Gelar Teknologi (Geltek) PENAS XVII di Desa Hepuhulawa, Kabupaten Gorontalo, Kamis (11/6). Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo, Ardi Praptono, S.P., M.Agr.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan berbagai sarana dan prasarana yang akan digunakan pada Gelar Teknologi, salah satu agenda utama dalam penyelenggaraan PENAS XVII. Rombongan meninjau sejumlah display inovasi pertanian, kawasan demonstrasi teknologi, serta fasilitas pendukung yang akan menjadi sarana pembelajaran bagi petani, nelayan, penyuluh, akademisi, dan pelaku usaha pertanian dari seluruh Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si, menyampaikan bahwa sistem tanam PM-AAS menjadi sistem pertanian padi yang efektif dan memiliki produktivitas tinggi. “PM-AAS telah dikembangkan di 14 provinsi di Indonesia. Sistem ini mengedepankan mekanisasi dan efisiensi tinggi melalui sistem tanam jarak rapat, dan penggunaan varietas unggul,” ungkap Kepala BRMP Kementan.
Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M., menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan persiapan Gelar Teknologi yang dinilai menunjukkan progres yang sangat baik. Berbagai display tanaman dan inovasi pertanian telah mulai menghiasi kawasan Geltek, sehingga diharapkan mampu menjadi media edukasi dan transfer teknologi bagi petani. Menurutnya, teknologi yang ditampilkan tidak hanya menjadi sarana pameran, tetapi juga harus mampu memberikan informasi yang mudah dipahami dan diterapkan oleh petani dalam meningkatkan produktivitas usahatani mereka.
Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo, Ardi Praptono, S.P., M.Agr., menjelaskan bahwa seluruh tim terus melakukan percepatan persiapan agar Gelar Teknologi dapat berfungsi sebagai wahana diseminasi inovasi pertanian yang efektif dan berdampak nyata. Berbagai unsur teknologi yang ditampilkan dirancang untuk memperlihatkan praktik pertanian modern, terintegrasi, dan berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
Beliau menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, penyuluh pertanian, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menyukseskan penyelenggaraan PENAS XVII. Kehadiran Gubernur Gorontalo dan Kepala Badan BRMP Kementerian Pertanian menjadi bentuk dukungan sekaligus motivasi bagi seluruh panitia dan tim teknis dalam menyelesaikan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan.
"Kami terus melakukan koordinasi dan pemantauan di lapangan untuk memastikan seluruh komponen Gelar Teknologi siap sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Kehadiran Bapak Gubernur dan Kepala Badan BRMP Kementerian Pertanian menjadi bentuk dukungan sekaligus motivasi bagi seluruh tim dalam menyelesaikan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan PENAS XVII," ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, Tim Ahli Gubernur Bidang Pertanian, serta jajaran panitia dan stakeholder terkait. Melalui peninjauan ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Kementerian Pertanian semakin memantapkan koordinasi dan komitmen untuk menghadirkan Gelar Teknologi PENAS XVII yang informatif, edukatif, dan mampu menunjukkan kemajuan inovasi pertanian Indonesia dalam mendukung pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.