Karya Wirausaha PENAS XVII Tampilkan Inovasi dan Daya Saing Pelaku Usaha Nasional
GORONTALO – Penilaian Karya Wirausaha PENAS XVII Tahun 2026 telah dilaksanakan pada tanggal 21–22 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan usaha yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta terpilih dari berbagai provinsi di Indonesia yang mempresentasikan usaha unggulan masing-masing di hadapan tim penilai. Penilaian bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam mengembangkan dan mempresentasikan usaha, sekaligus menilai kontribusinya terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Proses penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting, antara lain kreativitas dan inovasi usaha, keberlanjutan bisnis, pemberdayaan masyarakat, serta penerapan pengelolaan limbah menuju konsep zero waste. Dalam sesi presentasi, para peserta memaparkan profil usaha, proses produksi, strategi pemasaran, hingga dampak yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Beragam jenis usaha ditampilkan dalam kegiatan ini, mencerminkan potensi besar sektor agribisnis dan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal. Usaha yang dipresentasikan meliputi budidaya bawang merah, hilirisasi kelapa melalui pemanfaatan daun kelapa, produksi gula semut, produk berbasis ekonomi sirkular, hingga agroforestri kopi. Masing-masing peserta menunjukkan kemampuan yang baik dalam menyampaikan materi serta menjawab berbagai pertanyaan dan masukan dari tim penilai.
Sejumlah usaha bahkan telah menunjukkan capaian yang membanggakan. Usaha budidaya bawang merah dan hilirisasi daun kelapa, misalnya, telah berhasil menembus pasar ekspor sehingga menunjukkan tingginya daya saing produk yang dihasilkan. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa usaha yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan, pemanfaatan sumber daya secara optimal, serta pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.
Berdasarkan hasil penilaian, sepuluh peserta yang meraih nilai terbaik berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu Adana Gula Semut (DI Yogyakarta), P4S Bumi Teduh (Banten), BUMP PT SBI (Jawa Tengah), KWT Sri Tanjung, Kopi Babinsa, dan SDM Agrindo (Jawa Timur), Agie Mandar dan Maraqdia Putra Agung (Sulawesi Barat), Rumah Produksi Henahuafiz (Kalimantan Selatan), serta UMKM Madu Suwawa (Gorontalo). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha berbasis pertanian dan sumber daya lokal memiliki potensi besar untuk berkembang, berinovasi, dan bersaing di tingkat nasional maupun global.
Melalui kegiatan penilaian Karya Wirausaha ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang mampu mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal, memperkuat daya saing produk, serta berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.