Kunjungi BRMP Gorontalo, Kapusluh Kementan Beri Sambutan dan Arahan Kepada Para Penyuluh
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian, Drh. I Gusti Made Ngurah Kuswandana, M.M., melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo. Kunjungan ini bertujuan untuk menyapa sekaligus memberikan pengarahan kepada para penyuluh pertanian se-Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran strategis penyuluh dalam mendukung pembangunan pertanian daerah. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan koordinasi antara pusat dan daerah.
Dalam arahannya, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian menekankan pentingnya peran penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Penyuluh diharapkan mampu menjadi penghubung efektif antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan petani. Ia juga mendorong para penyuluh untuk terus meningkatkan kapasitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta aktif dalam mendampingi petani secara berkelanjutan. Menurutnya, sinergi yang kuat antarpenyuluh dan lembaga pendukung menjadi kunci keberhasilan program pertanian nasional.
Pada kesempatan tersebut, Drh. I Gusti Made Ngurah Kuswandana, M.M. juga meninjau langsung Gedung Co-Working Space (CWS) yang berada di lingkungan BRMP Gorontalo. Gedung CWS ini dimanfaatkan oleh para penyuluh sebagai basecamp bersama untuk mendukung koordinasi, diskusi, dan pertukaran informasi antarpenyuluh pertanian se-Provinsi Gorontalo. Keberadaan CWS dinilai strategis dalam memperkuat kolaborasi antara penyuluh dengan BRMP Gorontalo. Fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kelancaran tugas penyuluhan di lapangan.
Selain kegiatan pengarahan dan peninjauan fasilitas, kunjungan ini juga diisi dengan evaluasi pelaksanaan Luas Tambah Tanam (LTT) oleh tim teknis dari BPPSDMP Kementerian Pertanian. Evaluasi dilakukan untuk melihat capaian pelaksanaan LTT di wilayah Provinsi Gorontalo serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan. Hasil evaluasi ini menjadi bahan penting dalam perumusan langkah perbaikan dan strategi ke depan. Dengan evaluasi yang komprehensif, diharapkan pelaksanaan LTT dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Dalam sesi diskusi dan evaluasi, para penyuluh pertanian menyampaikan secara terbuka berbagai kendala dan hambatan yang dihadapi selama pelaksanaan LTT. Beberapa wilayah sasaran berada di daerah terpencil dan terisolir, sehingga membutuhkan waktu, tenaga, serta biaya tambahan untuk menjangkaunya. Kondisi geografis dan keterbatasan akses menjadi tantangan tersendiri bagi penyuluh dalam melakukan pendampingan kepada petani. Meski demikian, para penyuluh tetap berkomitmen untuk menjalankan tugas secara optimal.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para penyuluh di lapangan. Ia menegaskan bahwa kendala yang disampaikan akan menjadi perhatian bersama untuk dicarikan solusi yang tepat melalui penguatan dukungan kebijakan dan koordinasi lintas sektor. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BRMP Gorontalo, BPPSDMP, dan para penyuluh pertanian dalam mendukung pencapaian target pembangunan pertanian di Provinsi Gorontalo.