Sambut PENAS XVII, Jalur GORR Gorontalo Akan Dihijaukan dengan Hamparan Jagung
GORONTALO – Menjelang perhelatan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII pada Juni mendatang, Pemerintah Provinsi Gorontalo melakukan berbagai upaya penataan wilayah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pemanfaatan lahan kosong di sepanjang jalur Gorontalo Outer Ring Road (GORR) sebagai lokasi penanaman jagung secara massal.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memimpin langsung kegiatan penanaman simbolis di Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, pada Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini melibatkan sembilan kelompok tani penerima bantuan benih jagung yang berlokasi di sepanjang akses utama menuju bandara. Dalam pelaksanaannya, petani juga mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian, di antaranya Penyuluh Pertanian Kecamatan Limboto, Syarif Usman, yang melakukan pembinaan kepada petani di Kelurahan Bulota.
Langkah ini bertujuan untuk menegaskan identitas Gorontalo sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional kepada para tamu yang akan hadir pada ajang PENAS XVII. Diharapkan, pada saat pelaksanaan kegiatan, tanaman jagung tersebut telah tumbuh optimal sehingga memberikan kesan visual yang kuat bagi para pengunjung.
“Kami ingin saat PENAS berlangsung, jagung-jagung ini sudah tumbuh dan berbuah. Ini adalah pesan visual bagi siapa saja yang datang bahwa mereka sedang berada di daerah jagung,” ujar Kepala Balai Perakitan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo.
Penyelenggaraan PENAS kali ini pun membawa dampak ekonomi besar bagi Gorontalo. Selain kucuran bantuan benih jagung senilai milyaran dari pusat, kehadiran sekitar 30 ribu peserta diprediksi akan menggerakkan roda ekonomi warga lokal.
Gubernur menekankan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan oleh masyarakat, mulai dari penyedia penginapan hingga pelaku jasa transportasi. "Sekitar 30 ribu orang akan datang. Mereka akan menginap di rumah warga, menggunakan bentor, dan membeli makanan. Semua sektor harus merasakan manfaat ekonominya,"
Dalam kesempatan tersebut, bantuan benih juga langsung diserahkan kepada petani. Khusus untuk wilayah Kecamatan Limboto saja, alokasi benih yang digulirkan mencapai Rp3,6 miliar sebagai bagian dari persiapan menyukseskan agenda nasional tersebut.
Dengan berbagai langkah percepatan yang dilakukan, Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis pelaksanaan PENAS XVII dapat berjalan sukses serta memberikan dampak positif bagi sektor pertanian dan perekonomian daerah. Upaya penataan kawasan melalui penanaman jagung ini diharapkan tidak hanya memperkuat citra Gorontalo sebagai daerah penghasil jagung, tetapi juga menjadi simbol kesiapan daerah dalam menyambut ajang nasional yang melibatkan pelaku utama dan pelaku usaha pertanian dari seluruh Indonesia.