Tampilkan Pertanian Terintegrasi, BRMP Gorontalo Tebar Benih Nila di Mina Padi dan YuminaBek
GORONTALO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo melaksanakan kegiatan pelepasan benih ikan nila hitam pada display teknologi Mina Padi dan YuminaBek yang dikombinasikan dengan budidaya padi varietas unggul NutriZinc Agritan 3 (Inpari Nutri Zinc AR-3). Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan Gelar Teknologi Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo yang menampilkan berbagai inovasi pertanian modern berbasis integrasi komoditas.
Pelepasan benih ikan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA.; Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo, Ardi Praptono, S.P., M.Agr.; Kepala Balai Besar BRMP Padi, Dr. Amin Nur, S.P., M.Si.; serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Dr. Ir. Aryanto Husain, M.MP. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan dukungan terhadap pengembangan sistem pertanian terpadu yang mengintegrasikan subsektor tanaman pangan dan perikanan sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Pada display teknologi Mina Padi, benih ikan nila hitam ditebar secara bertahap, yakni sebanyak 20.000 ekor pada tahap pertama dan 13.000 ekor pada tahap kedua. Sementara itu, pada display YuminaBek dilakukan penebaran sebanyak 8.000 ekor benih ikan nila hitam. Penebaran benih tersebut menjadi bagian dari implementasi teknologi budidaya terintegrasi yang akan ditampilkan kepada peserta dan pengunjung PENAS XVII.
Teknologi Mina Padi merupakan sistem budidaya yang memadukan tanaman padi dan ikan air tawar dalam satu hamparan lahan secara bersamaan. Sementara itu, YuminaBek merupakan sistem budidaya terpadu yang mengombinasikan sayuran, ikan, dan bebek dalam satu kesatuan usaha tani. Kedua teknologi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lahan, meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani.
Dalam penerapannya, pemeliharaan ikan pada sistem pertanian terintegrasi memerlukan perhatian terhadap pemberian pakan sesuai kebutuhan, pengelolaan saluran masuk dan keluar air, serta pengaturan ketinggian air agar tetap mendukung pertumbuhan ikan dan tanaman secara optimal. Selain itu, pengendalian hama dan penyakit juga dilakukan secara bijaksana dengan memperhatikan penggunaan pestisida agar tidak mencemari perairan maupun mengganggu pertumbuhan ikan.
Melalui pengembangan teknologi Mina Padi dan YuminaBek, BRMP Gorontalo menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. Display teknologi ini diharapkan menjadi salah satu daya tarik utama pada Gelar Teknologi PENAS XVII sekaligus menjadi sarana diseminasi inovasi bagi petani, penyuluh, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong modernisasi pertanian Indonesia.