BRMP Gorontalo Kawal Kesiapan Bibit Kakao untuk Dukung Hilirisasi Perkebunan
GORONTALO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo terus memperkuat pengawalan Program Hilirisasi Komoditas Kakao Tahun 2026 melalui pemantauan kesiapan penyediaan bibit kakao bermutu di Kabupaten Boalemo. Pengawalan dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan tanam yang memenuhi standar sebelum disalurkan kepada kelompok tani penerima program.
Melalui Tim Kelompok Substansi Pendampingan Modernisasi Pertanian, BRMP Gorontalo bersama Tim Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon dan Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo melakukan peninjauan ke lokasi pembibitan kakao milik PT Triwana Lestari Abadi di Desa Bongo II, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Jumat (8/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengawalan program strategis Kementerian Pertanian, khususnya dalam memastikan proses penyediaan bibit berjalan sesuai kaidah teknis perbenihan.
Lokasi pembibitan tersebut memiliki luas sekitar 2,5 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 1.200.000 bibit. Pada saat peninjauan, sekitar 1.000.000 bibit kakao sedang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan program. Kesiapan bibit dalam jumlah tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan perluasan tanaman kakao sekaligus memastikan program hilirisasi dapat berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Tim juga mengamati proses sambung pucuk (grafting) yang dilakukan oleh tenaga kerja terampil dari Provinsi Sulawesi Selatan. Teknik tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam menghasilkan bibit kakao unggul dengan menggabungkan batang bawah dan batang atas dari bahan tanaman yang memiliki karakter unggul. Melalui proses pembibitan yang dilakukan secara tepat, bibit yang dihasilkan diharapkan memiliki pertumbuhan yang sehat, seragam, dan potensi produktivitas yang baik setelah ditanam di lapangan.
Selain proses grafting, pengawalan juga dilakukan terhadap bahan tanam yang digunakan, yaitu seedling sebagai batang bawah yang berasal dari benih unggul dan entres berupa pucuk atau ranting dari klon kakao unggul sebagai batang atas. Penggunaan bahan tanam bermutu menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas bibit, sehingga proses pembibitan perlu dilakukan dengan memperhatikan standar teknis sejak tahap awal hingga bibit siap disalurkan kepada petani.
BRMP Gorontalo menilai penyediaan bibit bermutu merupakan fondasi penting dalam keberhasilan pengembangan kakao. Perluasan areal tanam tidak cukup hanya didukung oleh ketersediaan jumlah bibit, tetapi juga harus memastikan bibit yang disalurkan memiliki mutu yang baik sehingga mampu tumbuh dan berproduksi secara optimal. Karena itu, pengawalan dilakukan untuk memastikan proses pembibitan dan kesiapan bibit sebelum sampai ke tangan petani.
Melalui sinergi BRMP Gorontalo, BBPPTP Ambon, pemerintah daerah, dan pelaku usaha pembibitan, penyediaan bibit kakao terus didorong agar memenuhi standar mutu dan siap disalurkan sesuai kebutuhan program. Ketersediaan bibit unggul tersebut diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan perluasan tanaman kakao sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, dan nilai tambah kakao sebagai salah satu komoditas strategis perkebunan di Provinsi Gorontalo.