BRMP Gorontalo Perkuat Hilirisasi, Bersama Gubernur Gorontalo Tinjau Penangkaran Bibit Kakao
Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo, Ardi Praptono, S.P., M.Agr., mendampingi Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, meninjau lokasi penangkaran bibit kakao di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Rabu (5/8/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan program hilirisasi kakao yang menjadi salah satu prioritas pembangunan sektor perkebunan di Provinsi Gorontalo.
Pada kesempatan itu, Gubernur Gorontalo memastikan sebanyak satu juta bibit kakao yang saat ini berada di lokasi penangkaran akan mulai disalurkan kepada petani pada November 2026. Bibit tersebut diproyeksikan untuk mendukung pengembangan tanaman kakao seluas 1.000 hektare yang tersebar di Kecamatan Mananggu, Dulupi, Tilamuta, dan Botumoito, Kabupaten Boalemo.
"Ini merupakan bagian dari program hilirisasi yang ditetapkan oleh Bapak Presiden. Bibit yang saat ini ditangkarkan akan menjadi fondasi pengembangan kakao rakyat sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani," ujar Gubernur Gusnar Ismail saat meninjau proses pembibitan.
Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo menyatakan bahwa Provinsi Gorontalo memperoleh alokasi pengembangan kakao seluas 3.500 hektare, yang terdiri atas 2.000 hektare di Kabupaten Boalemo dan 1.500 hektare di Kabupaten Pohuwato. Seluruh bibit dikembangkan menggunakan teknik sambung pucuk guna menghasilkan tanaman yang lebih unggul dan memiliki produktivitas tinggi.
Selain memastikan kesiapan bibit, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas tanaman selama musim kemarau. Ia meminta para penyuluh pertanian untuk terus berada di lapangan mendampingi petani sehingga proses pembibitan hingga penanaman dapat berlangsung optimal.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kementerian Pertanian, dan BRMP Gorontalo, program hilirisasi kakao diharapkan mampu memperkuat posisi Gorontalo sebagai salah satu sentra pengembangan kakao nasional sekaligus meningkatkan daya saing komoditas perkebunan yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani.