BRMP Gorontalo Laksanakan Gertam PM-AAS di Desa Haya-Haya Seluas 10 Hektare
GORONTALO – Gerakan Tanam (Gertam) Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) dilaksanakan di Desa Haya-Haya, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, pada lahan seluas 10 hektare. Kegiatan yang didukung Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo ini bertujuan mempercepat penerapan teknologi budidaya padi modern serta mendorong peningkatan produktivitas dan produksi pangan di Provinsi Gorontalo.
Pelaksanaan Gertam yang didukung Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo tersebut melibatkan pemerintah daerah, penyuluh, petani, dan kelompok tani. Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Kelsi CWS Penyuluhan Provinsi Gorontalo, Camat Limboto Barat, Kapolsek Limboto Barat atau yang mewakili, Katimker Kabupaten Gorontalo, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Koordinator BPP lingkup Kabupaten Gorontalo, serta petani dan kelompok tani Kecamatan Limboto Barat.
Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo, Ardi Praptono, S.P., M.Agr., menekankan pentingnya percepatan penerapan PM-AAS melalui pendampingan yang konsisten dan kolaborasi lintas pihak. Pendampingan dilakukan untuk memastikan teknologi budidaya padi modern dapat diterapkan secara optimal, mulai dari gerakan tanam hingga proses budidaya dan evaluasi hasil.
Penerapan PM-AAS mendapat respons positif dari petani. Arifin Thalib, salah satu petani di wilayah tersebut, sebelumnya menerapkan PM-AAS pada lahan seluas 3 hektare dan merasakan peningkatan hasil produksi. Pada musim tanam kali ini, penerapannya diperluas menjadi 10 hektare melalui gerakan tanam bersama petani dan kelompok tani setempat.
Melalui Gertam PM-AAS di Desa Haya-Haya, BRMP Gorontalo terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, penyuluh, dan petani dalam mendorong modernisasi pertanian. Perluasan areal dari 3 hektare menjadi 10 hektare diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas lahan, efisiensi usaha tani, dan penguatan produksi pangan di Provinsi Gorontalo.