Perkuat Kapasitas Penyuluh, BRMP Gorontalo Dorong Pemanfaatan GIS dan Public Speaking
GORONTALO – Adaptasi terhadap teknologi digital dan penguatan kemampuan komunikasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian. Hal tersebut menjadi fokus Pelatihan Pemanfaatan Teknologi GIS dan Data Spasial untuk Penyuluh Pertanian Berbasis Digital serta Public Speaking yang dilaksanakan di Aula Damhil Gorontalo, Senin (28/9/2026). Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta, terdiri atas Ketua Tim Kerja (Katimker) dan Koordinator Penyuluh (Korluh) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo dan dibuka oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo, Ardi Praptono, S.P., M.Agr.
Materi Geographic Information System (GIS) dan data spasial menjadi salah satu fokus utama pelatihan. Materi yang disampaikan oleh Rival Rahman, SP, M.Si selaku praktisi dari Universitas Negeri Gorontalo tersebut membekali penyuluh dengan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi geospasial untuk memetakan potensi wilayah, luasan lahan, serta sebaran komoditas secara digital. Kemampuan tersebut diharapkan dapat mendukung penyuluh dalam membaca kondisi wilayah, menyusun perencanaan berbasis data, serta melakukan pendampingan yang lebih tepat sesuai potensi dan kebutuhan di lapangan, termasuk dalam mendukung pelaksanaan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Penguatan kemampuan komunikasi juga menjadi bagian penting dalam pelatihan melalui materi public speaking dan Teknik Penulisan Berita di Media Sosial. Materi public speaking disampaikan oleh Agus Lahinta, profesional MC dan public speaker, dengan fokus pada penguatan kemampuan komunikasi yang efektif, persuasif, dan percaya diri. Sementara itu, Yusrin M. Punonoo, profesional anchor dan voice over RRI Gorontalo, membawakan materi Teknik Penulisan Berita di Media Sosial untuk membekali peserta dalam menyampaikan informasi kegiatan dan inovasi pertanian melalui media digital secara informatif dan menarik. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BRMP Gorontalo, Ardi Praptono, S.P., M.Agr., juga memberikan arahan yang menekankan pentingnya soliditas penyuluh dalam mengawal PM-AAS yang diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, mekanisasi, dan produktivitas hingga mencapai 10 ton per hektare.
Penguatan kompetensi GIS, komunikasi publik, dan penulisan informasi digital selanjutnya diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas penyuluh dalam mempercepat Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), mengawal bantuan pemerintah, serta mengevaluasi pelaksanaan PM-AAS dan Luas Tambah Tanam (LTT). Sebagai tindak lanjut, BRMP Gorontalo menjadwalkan kunjungan ke CWS Telaga, Kabupaten Gorontalo, untuk melihat kondisi lapangan dan mengidentifikasi wilayah yang masih memerlukan percepatan PM-AAS. Melalui penguasaan teknologi geospasial, kemampuan komunikasi, serta keterampilan mengelola informasi di media sosial, penyuluh diharapkan semakin adaptif dalam menjalankan fungsi pendampingan dan mendukung penerapan modernisasi pertanian di Provinsi Gorontalo.