BRMP Gorontalo Perkuat Tata Kelola Bantuan dan Pengusulan CPCL melalui E-Banper di Bone Bolango
Gorontalo , 1 Oktober 2026 — Upaya meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas penyaluran bantuan pemerintah di sektor pertanian terus diperkuat oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo. Penguatan tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Tata Kelola Bantuan Pemerintah dan Mekanisme Pengusulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) melalui aplikasi E-Banper yang dilaksanakan di Kabupaten Bone Bolango, Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini mempertemukan jajaran pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta tim pendamping BRMP Gorontalo untuk menyamakan pemahaman mengenai proses pengusulan dan pengelolaan bantuan.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Gorontalo, Ardi Praptono, S.P., M.Agr., membuka kegiatan dengan resmi sekaligus menyampaikan arahan yang menekankan bahwa pengelolaan bantuan pemerintah harus didukung proses pengusulan yang tepat sejak tahap awal. Untuk itu, penyuluh bersama pemerintah daerah perlu memastikan data CPCL, kondisi lahan, serta kebutuhan kelompok tani telah teridentifikasi dengan baik. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat proses verifikasi sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi petani di lapangan.
Penguatan pengelolaan bantuan tersebut juga berjalan seiring dengan upaya mempercepat program prioritas Kementerian Pertanian di daerah. Salah satunya melalui Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS), dengan Kabupaten Bone Bolango mendapat sasaran sekitar 1.300 hektare dari target Provinsi Gorontalo sebesar 6.576 hektare. Pendampingan secara intensif serta koordinasi antara penyuluh, BPP, dan pemerintah daerah diperlukan untuk mengidentifikasi potensi lahan dan mendorong percepatan pelaksanaan program di tingkat lapangan.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bone Bolango, Roswaty Agus, S.Pt., MM., menyampaikan bahwa penyuluh tetap menjadi ujung tombak dalam proses identifikasi CPCL dan pendampingan kelompok tani. Pengelolaan bantuan juga perlu diikuti dengan kelengkapan administrasi serta pengawasan pemanfaatannya agar bantuan yang telah diterima dapat digunakan secara optimal. Penerapan E-Banper dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendataan bantuan yang lebih terintegrasi dan mudah dipantau.
Sementara itu, Tim Pendamping BRMP Gorontalo memberikan pembekalan teknis sekaligus praktik penggunaan E-Banper kepada peserta. Praktik mencakup pemeriksaan peta kegiatan, pengisian data kelompok dan usulan bantuan, pengunggahan poligon lahan dan foto geotagging, serta proses pengajuan untuk dilakukan verifikasi secara berjenjang. Melalui kegiatan ini, BRMP Gorontalo berharap pemanfaatan E-Banper dapat semakin dipahami oleh penyuluh dan pemerintah daerah sehingga proses pengusulan bantuan menjadi lebih tertib, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat pengawalan bantuan agar memberikan manfaat yang nyata bagi petani di Kabupaten Bone Bolango.