Bimtek iCARE Sulut, BRMP Gorontalo Perkuat Teknologi Jagung–Kelapa Terintegrasi
MINAHASA UTARA – Penerapan teknologi jagung di bawah naungan tanaman kelapa dan penguatan hilirisasi menjadi fokus Bimbingan Teknis Penerapan Paket Teknologi Jagung–Kelapa Terintegrasi sebagai Strategi Diversifikasi Peningkatan Pendapatan Petani dalam rangka program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) Sulawesi Utara, yang dilaksanakan di Desa Warisa Kampung Baru, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Senin (5/10/2026). Kegiatan diselenggarakan BRMP Gorontalo bersama Koperasi Warisa Kampung Baru dengan melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara, Pemerintah Desa, perguruan tinggi, BRMP Sulawesi Utara, BRMP Palma, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Manado, penyuluh pertanian, kelompok tani, anggota koperasi, dan tokoh masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo, Ardi Praptono, S.P., M.Agr. Dalam arahannya, ditekankan pentingnya penerapan teknologi secara tepat dan penguatan kelembagaan petani dalam mendukung peningkatan produktivitas serta pendapatan. Pengembangan jagung dan kelapa didorong tidak hanya berorientasi pada produksi bahan mentah, tetapi juga diarahkan pada pengolahan, pemenuhan standar mutu, dan pemasaran sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan kelembagaan ekonomi di tingkat lokal.
Berbagai materi teknis dan strategis disampaikan oleh narasumber sesuai bidang keahliannya. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara, Bertha Loutje Katu’uk, S.P., M.A.P., menyampaikan strategi pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan usaha tani jagung dan kelapa. Materi Penerapan GAP Budidaya Jagung di Bawah Naungan Tanaman Kelapa disampaikan Dr. Ir. Edy F. Lengkong, M.Si. dan Yefta Pamandungan, S.P., M.Sc., sedangkan Penerapan GAP Tanaman Kelapa disampaikan Muh. Nur, S.P., M.Si dari BRMP Palma. Materi Teknik Pengendalian Hama Penyakit pada Jagung di Bawah Naungan Tanaman Kelapa disampaikan Midy San Lebang, S.P., M.Si. dari BRMP Sulawesi Utara, sementara materi Strategi Pemasaran dan Pemenuhan Standar Mutu Produk Minyak Goreng Kelapa dan Olahan Jagung disampaikan Sjamsiwarni Reny Sjarif, S.T. dari BSPJI Manado.
Materi yang disampaikan mendapat respons aktif dari peserta yang terdiri atas penyuluh pertanian, anggota Koperasi Warisa Kampung Baru, kelompok tani, serta unsur masyarakat. Peserta terlibat dalam diskusi dan tanya jawab mengenai penerapan GAP, pemanfaatan lahan di bawah tegakan kelapa, pengelolaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, hingga pengolahan serta pemasaran produk. Pada aspek hilirisasi, Koperasi Warisa Kampung Baru telah mengembangkan produk minyak kelapa bermerek “Warisa” dan memiliki izin PIRT, sementara proses sertifikasi halal dan penguatan standar produk terus diupayakan. BRMP Gorontalo juga mendorong pengembangan produk olahan jagung dan kelapa serta pemanfaatan media sosial dan pameran sebagai sarana memperluas pemasaran.
Melalui keterlibatan pemerintah daerah, perguruan tinggi, BRMP, BSPJI, penyuluh, koperasi, kelompok tani, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan memperkuat penerapan teknologi jagung–kelapa secara terpadu dari hulu hingga hilir. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, pemenuhan standar mutu, serta pengembangan produk bernilai tambah sehingga mampu mendukung diversifikasi usaha dan peningkatan pendapatan petani secara berkelanjutan.