Identifikasi dan Rencana Pendampingan Pengembangan Hidroponik Selada di Bone Bolango
Gorontalo – Tim dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Gorontalo (BBRMP) melaksanakan kegiatan identifikasi dan penyusunan rencana pendampingan pengembangan hidroponik selada di UMK Al-Inayah, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango. Tim yang terdiri dari fungsional Analis Standardisasi dan Pengawas Mutu Hasil Pertanian tersebut melakukan kunjungan lapangan guna memetakan kondisi budidaya, sistem produksi, serta potensi pengembangan usaha.
Rombongan diterima langsung oleh Bapak Arfan Botutihe, S.Kom., M.AP., selaku pelaku usaha, bersama istri. Beliau menjelaskan bahwa budidaya selada dan sayuran lainnya pada awalnya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan internal saja, namun sejak tahun 2019, kegiatan tersebut berkembang menjadi usaha komersial hidroponik selada yang mulai memasok pasar ritel modern di Kota Gorontalo. Saat ini, terdapat dua jenis selada yang dibudidayakan, yaitu selada keriting dan selada caipira. Selada keriting lebih diminati pasar karena bertekstur lebih padat dan renyah, sementara selada caipira berukuran lebih besar dan memerlukan waktu pembesaran yang sedikit lebih lama.
Dalam aspek produksi, petani masih menggunakan benih yang didatangkan dari Makassar dan belum memproduksi benih secara mandiri. Proses budidaya dilakukan melalui tahapan persemaian benih pada media tanam, pemindahan ke media peremajaan, hingga tahap pembesaran sebelum panen. Hasil panen selada telah dipasarkan ke beberapa supermarket, dengan salah satu permintaan rutin mencapai 30 pack per minggu dengan berat 150 gram per pack. Target produksi sebenarnya mencapai 150 pack per hari, namun realisasi saat ini masih berada pada kisaran 300 pack per minggu.
Menariknya, lokasi budidaya telah memanfaatkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) berupa sensor cahaya dan suhu. Sistem ini secara otomatis mengaktifkan kipas angin ketika suhu mencapai 35°C guna menjaga stabilitas lingkungan tanam. Pengendalian suhu menjadi faktor penting karena sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa selada, dimana suhu yang terlalu tinggi selama masa budidaya dapat menyebabkan rasa pahit atau getir pada hasil panen. Melalui kegiatan identifikasi ini, tim BBRMP Gorontalo akan menyusun rencana pendampingan yang terarah guna mendukung peningkatan kapasitas produksi, mutu hasil, serta keberlanjutan usaha hidroponik selada di Bone Bolango.