BBRMP Gorontalo Konsolidasikan 512 Penyuluh Pertanian se-Provinsi Demi Perkuat Swasembada Pangan
Gorontalo – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Gorontalo menyelenggarakan kegiatan Konsolidasi Penyuluh Pertanian se-Provinsi pada Senin, 9 Maret 2026 di Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat peran penyuluh pertanian dalam mendukung pendampingan program strategis Kementerian Pertanian serta memperkuat sinergi dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mewujudkan swasembada pangan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Dr. Ir. Gusnar Ismail, M.M, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Dr. Ir. Anny Mulyani, M.S, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian RI Eko Nugroho Dharmo Putro, S.Kom., M.A.P, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Gorontalo Ardi Praptono, S.P., M.Agr, serta para kepala dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota, pimpinan UPTD lingkup Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, dan penyuluh pertanian dari 6 Kabupaten/Kota se-provinsi Gorontalo. Secara keseluruhan kegiatan ini diikuti oleh sekitar 553 peserta.
Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pertemuan besar pertama yang dilaksanakan setelah penyuluh pertanian secara resmi bergabung kembali menjadi bagian dari Kementerian Pertanian. Ia menilai keputusan tersebut memiliki alasan strategis karena peran penyuluh sangat penting dalam pembangunan sektor pertanian.
Gubernur juga berbagi pengalaman perjalanan kariernya yang berawal dari penyuluh pertanian sekitar 40 tahun lalu. Setelah lulus dari Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi dengan bidang ilmu tanah, ia sempat bergabung di Balai Konservasi Kehutanan sebelum akhirnya kembali menekuni bidang penyuluhan pertanian. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Tata Penyuluhan Pertanian Sulawesi Utara pada tahun 1986–1987.
Menurutnya, pada masa Orde Baru penyuluh pertanian merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi nasional, khususnya dalam sektor pertanian. Namun pada masa reformasi, kelembagaan penyuluh sempat mengalami fragmentasi. Oleh karena itu, ia berharap saat ini para penyuluh dapat kembali memperkuat perannya dengan bekerja secara terarah dan sejalan dengan kebijakan pembangunan pertanian daerah. Ia juga menegaskan bahwa penyuluh pertanian perlu memiliki pemahaman yang luas dan mampu menguasai berbagai bidang dalam sektor pertanian.
Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian RI Eko Nugroho Dharmo Putro menyampaikan apresiasi kepada Kepala BBRMP Gorontalo yang telah menginisiasi kegiatan konsolidasi ini, serta kepada Gubernur Gorontalo atas dukungan dan kehadirannya dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pada akhir Desember 2025 Presiden Republik Indonesia secara resmi menyatakan bahwa Indonesia kembali berhasil mencapai swasembada pangan untuk kedua kalinya setelah tahun 1984 pada masa Presiden Soeharto.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pada tahun 2025 produksi beras nasional mencapai 34,69 juta ton, meningkat sekitar 13,6 persen meskipun pada periode tersebut Indonesia menghadapi fenomena El Nino. Dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim, Kementerian Pertanian telah melaksanakan program pompanisasi pada lahan seluas 1,2 juta hektare pada tahun 2025, dan direncanakan akan kembali dilaksanakan pada 1 juta hektare pada tahun 2026. Selain itu, Kementerian Pertanian juga melakukan berbagai upaya mitigasi dengan bersinergi bersama kementerian lain, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dalam pengembangan infrastruktur air seperti Reservoir Canal and Tank (RCAT) berbasis panel surya yang mampu menghasilkan debit air hingga 10 meter kubik per detik. Menutup sambutannya, ia juga menyampaikan salam hormat dari Menteri Pertanian kepada seluruh penyuluh pertanian di Provinsi Gorontalo.
Turut menyampaikan sambutannya, Kepala BBRMP Gorontalo Ardi Praptono menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Gorontalo atas dukungan yang selama ini diberikan terhadap sektor pertanian, khususnya kepada BBRMP Gorontalo, sehingga kelembagaan balai tersebut dapat meningkat statusnya dari eselon III menjadi eselon II.
Kegiatan konsolidasi ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab dengan sejumlah narasumber, yaitu Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian RI Eko Nugroho Dharmo Putro, S.Kom., M.A.P., Tenaga Ahli Menteri Pertanian Dr. Ir. Anny Mulyani, M.S, serta Devid Khoirul Mukhtar, selaku Manajer Penjualan Sulawesi Utara dan Gorontalo dari PT Pupuk Indonesia. Diskusi tersebut membahas berbagai isu strategis terkait penguatan peran penyuluh, peningkatan produksi pertanian, serta dukungan sarana produksi untuk meningkatkan produktivitas komoditas pertanian di daerah.
Melalui kegiatan konsolidasi ini diharapkan terbangun kesamaan persepsi, penguatan koordinasi, serta peningkatan kapasitas penyuluh pertanian dalam mendukung program pembangunan pertanian. Dengan dukungan penyuluh yang semakin profesional dan terkoordinasi, upaya peningkatan produksi dan produktivitas komoditas strategis di Provinsi Gorontalo diharapkan dapat berjalan lebih optimal serta berkontribusi terhadap pencapaian swasembada pangan nasional.